Stop Ikuti 9 Kelakuan Remaja Ini agar Masa Depan Cerah – Masa remaja adalah masa transisi dari anak ke dewasa. Di rentang usia dari 12 sampai sekitar 24 tahun (fase remaja awal dan akhir). Buatmu yang berada di usia remaja, kehidupan terlihat menyenangkan. Tak banyak tanggung jawab yang harus dipikul. Bahkan, kebanyakan remaja belum mempunyai kemauan bertanggung jawab, karena dirinya sibuk mencari jati diri.

Kehidupan remaja itu sangat penting, karena jika salah langkah masa depanmu yang dipertaruhkan. Lalu, apa saja yang perlu dihindari agar masa depan cerah?

Berikut ada beberapa kelakuan remaja yang patut dihindari, di antaranya:

  1. Sibuk Mengurusi Kisah Cinta

Hidup bukan melulu soal kisah cinta. Terlebih lagi bagi para remaja dengan masa depan yang masih panjang. Perhatikan pendidikanmu! Ada segelintir remaja yang menyepelekan pendidikan. Padahal pendidikan lebih penting daripada soal cinta saja.

  1. Selalu Mengikuti Tren

Mencari jati diri memang tidak mudah. Namun, ada yang harus dipahami oleh setiap remaja, bahwa jati diri itu tidak bisa sama dengan selalu mengikuti tren kekinian. Dan perlu diiingat, bahwa kebutuhan setiap pribadi untuk berkembang itu berbeda-beda. Jadi, bila kamu melihat teman yang kurang nge-tren jangan dirisak (bully), ya.

  1. Selalu Bersenang-senang

Salah satu pemikiran yang sering dilakukan, bahkan sampai kini adalah bersenang-senanglah selagi masih remaja. Pemahaman tentang hidup bagi para remaja harus diluruskan lagi. Bersenang-senang boleh, tetapi harus ada batasnya!

  1. Enggan Mengikuti Nasihat Orang Tua

Keras kepala, begitulah sikap kebanyakan remaja. Merasa bahwa orang tua tidak bisa mengerti keinginannya. Padahal, keinginanmu sendiri yang berlebihan atau tidak masuk akal. Mulai sekarang, cobalah berbincang dengan orang tua, guru atau mereka yang lebih tua. Pengalaman mereka perlu kamu jadikan pelajaran hidup, loh.

  1. Sibuk Membangun Citra di Media Sosial

Tantangan terbesar generasi milenial dan generasi Z tidak jauh dari media sosial. Banyak yang menganggap dirinya keren, kalau sudah mempunyai banyak followers. Atau unggahannya mendapat banyak like, dan berusaha terlihat viral di media sosial. Berinteraksi dengan media sosial boleh-boleh saja, asal jangan kebablasan. Dan pisahkan antara dunia maya dengan dunia nyata, karena tidak semua yang terlihat sempurna di sana benar adanya di kehidupan nyata. Plus, perhatikan sikapmu di media sosial

  1. Malas Belajar dan Membaca

Kemajuan teknologi membuat sebagian remaja malas membaca dengan cermat atau belajar secara riil. Yang disukainya hanya berselancar di dunia maya, melihat video viral dan terpengaruh dengan berbagai informasi yang ada, tanpa mencari tahu kebenarannya. Tambah pengetahuanmu dengan membaca buku dan sumber lainnya, ya. Aktif dalam beragam kursus dan pelatihan pun kelak berguna bagimu.

  1. Terlalu Mengikuti Emosi

Emosi remaja terbilang masih labil. Hal ini membuat mereka kadang tidak sadar dalam mengambil keputusan. Di masa ini peran orang tua, keluarga dan lingkungan sangat diperlukan, untuk membimbing mereka dalam mengendalikan emosinya.

  1. Takut Bilang Tidak

Banyak remaja yang ingin mempunyai banyak teman. dan setiap remaja pasti pernah mengalami masa di mana dia tidak bisa menolak ajakan temannya, agar tidak dijauhi dan dimusuhi. Padahal ajakan tersebut negatif atau bisa merusak masa depannya dan tidak bermanfaat. Misalnya ajakan untuk merokok, narkoba, seks bebas, geng motor dan sebagainya. Jadi, berani bilang ‘Tidak’ jika ajakan temanmu bukan sesuatu hal positif, ya!

  1. Galau dan Putus Asa

Sejatinya remaja membutuhkan banyak bimbingan dari orang tua dan pendidik. Kebanyakan dari mereka merasa dirinya bisa menghadapi masalahnya sendiri. Padahal dirinya masih labil. Apalagi jika menghadapi masalah seperti patah hati, perisakan (bullying), dan ajakan teman yang tidak baik.

Maka, alangkah baiknya bila mereka mencari tahu batasan dalam proses pencarian jati diri. Jika butuh bantuan, segera bilang. Jangan sok merasa kuat, karena manusia butuh orang lain. Awasi pergaulan remaja agar mereka mampu memilih mana teman-teman yang berdampak baik bagi masa depan mereka sendiri.

Nikmati masa remaja namun, tetap bertanggung jawab bagi masa depanmu nan cerah. Semoga bermanfaat, ya.

Pin It on Pinterest

Share This