Cari Tahu Alasan Dianjurkannya Menikah di Bulan Syawal – Menikah termasuk ibadah dalam pandangan Islam. Dari 12 bulan yang dikenal dalam tahun Hijriyah, ada anjuran untuk menikah di bulan tertentu. Khusunya menikah pada bulan Syawal. Apa ya alasannya? Cari tahu di artikel ini, yuk!

Syawal merupakan bulan Rasulullah Saw. melangsungkan pernikahan. Karena itulah disunnahkan menikah pada bulan Syawal, seusai Ramadan ini.

Menurut riwayat Aisyah ra., salah satu istri Nabi Saw. Menceritakan, “Rasulullah Saw. menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawal pula. Maka istri-istri Rasulullah Saw. yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?’ (Perawi) berkata, ‘Aisyah ra. dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal.” (HR Muslim)

Bulan Syawal dijadikan waktu yang disunnahkan untuk menikah, ditujukan untuk mengubah kepercayaan orang-orang Arab Jahiliyah yang menganggap bahwa pernikahan di bulan Syawal adalah sebuah kesialan dan akan berujung dengan perceraian. Sehingga para orang tua atau wali tidak ingin menikahkan putri-putri mereka pada bulan tersebut.

Maka, untuk menghilangkan kepercayaan menyimpang tersebut, pernikahan di bulan Syawal pun dijadikan sebagai ibadah, sebagai sunah Nabi Saw. Hadis di atas pun dijadikan sebagai anjuran untuk menikah dan menikahkan di bulan Syawal. Alasannya untuk mematahkan keyakinan atau anggapan sial terhadap sesuatu yang menjerumuskan seseorang kepada kesyirikan.

Ibnu Katsir ra. menjelaskan, “Rasulullah Saw. menkahi ‘Aisyah untuk membantah keyakinan yang salah sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah di antara dua ‘ied (bulan Syawal termasuk di antara ‘ied fitri dan ‘idul Adha), mereka khawatir akan terjadi perceraian. Keyakinan ini tidaklah benar.” (Al Bidayah wan Nihayah, 3/253)

Anggapan “merasa sial” atau “Thiyarah” adalah keyakinan yang kurang baik. Bahkan bisa mengantarkan kepada kesyirikan.

Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa anggapan sial pada sesuatu itu termasuk pada kesyirikan. Rasulullah Saw. bersabda, “Thiyarah (anggapan sial terhadap sesuatu) adalah kesyirikan. Dan tidak ada seorang pun di antara kita melainkan (pernah melakukannya), hanya saja Allah akan menghilangkannya dengan sikap tawakkal.” (HR Ahmad)

Dalil tentang menikahnya Rasulullah Saw. dengan Aisyah di bulan Syawal pun menjadi acuan bagi umat Islam. Sehingga pada akhirnya, selepas Ramadan banyak yang menyebarkan undangan pernikahan mereka.

Menikah adalah salah satu bentuk ibadah. Bahkan seseorang yang telah menikah juga dianggap telah menyempurnakan separuh agamanya (dien). Selain itu, menikah merupakan solusi bagi mereka yang ingin menjaga kemaluan dan menundukkan pandangannya.

Punya rencana untuk menikah? Mengapa tidak di bulan Syawal saja.

Pin It on Pinterest

Share This