Remaja Muslimah Harus Move On – Pada era globalisasi saat ini muslimah muda ada yang masih pikirannya masalah duniawi aja dalam kehidupannya. Ya, masalah Islam sebagai ideologi cuma dianggap sekelebatan saja atau diambil setengah-setengah. Mereka anggap masa remaja masa yang ‘suka-suka’, mencari jati diri (tapi nggak ketemu-ketemu). Masalah akil baliq sebagai proses pendewasaan menuju kesiapan menerima amanah yang lebih ‘berat’ malah terabaikan. Begitu dapat masalah, yang jadi rujukan malah media-media remaja yang tidak islami.

Remaja Muslimah Harus Move On

Begitu banyak sekarang rujukan mode fashion dari Negara jepang, korea dan barat untuk di jadikan salah satu contoh cara berpakaian yang katanya modern. Maka dari itu, semoga parah muslimah sekarang bisa memulai untuk menjadi muslimah yang move on dari budaya yang tak sesuai dengan syariat islam. 

Jati diri muslimah

Sebagian muslimah tidak sedikit yang masih betah dalam sekulerisme (memisahkan antara aturan agama dan kehidupan) dan menjadi liberal plus berpaham kapitalis yang akhirnya menjadi konsumtif.

Salah satu ciri dari konsumtif adalah cara berpakaian. Kalau ada acara-acara religius, pakaiannya tertutup dengan sopan tapi tetap kelihatan lekuk tubuh, kalau pun tidak memakai kerudung pasti ada yang memakai pashmina atau selendang yang hanya diselempangkan begitu saja di kepala.

Ciri dari konsumtif yang selanjutnya adalah makanan. Gaya hidup makanan pun mudah keikut arus. Apalagi kalo udah keikut gaya hidup konsumtif seperti fast food dan makanan impor yang terlihat menarik dan enak di pandang.

Lalu bagaimana dengan pandangan hidup? Sebagian orang di sekeliling kita ternyata tidak fokus menjadikan Islam sebagai standar. Padahal, kalau dalam Islam cukup memahami dan mengamalkannya, bahwa kita diciptakan oleh Allah Ta’ala, begitu diciptakan dan menjalani fase-fase kehidupan kita sudah diberi petunjuk melalui al-Quran dan as-Sunnah untuk menjalankannya dalam kehidupan. Next, begitu ajal tiba, kita kembali kepada Allah dan kemudian menuju akhirat, dikumpulkan di padang Mashyar, dihisab segala perbuatan di dunia lalu menanti hasilnya, surga atau neraka.

Jadi, jati dirinya seorang muslim ya keislamannya itu. Mengamalkan seluruh aturan Allah Ta’ala dalam kehidupan. Susah? Berat? Memang. Tapi pasti bisa. Kalau mau belajar, berusaha dan membiasakannya dalam kehidupan. Contoh: Belajar berhijab, berusaha untuk selalu mengenakannya dan membiasakan disiplin untuk berhijab (jilbab dan kerudung) tanpa pilah-pilih momen. Dilarang oleh orang tua, pihak sekolah, kampus, tempat kerja? Itulah ujiannya. Allah Swt. menguji keimanan para muslimah. Pengorbanannya untuk bisa berhijab insya Allah imbalannya adalah surga.

Allah Swt.befirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (QS al-Ankabut [29]: 2-3)

Dan, begitu kita bebas berhijab sesuai syariah apakah kemudian tenang? Sebenarnya masih ada PR.  Yakni, mengajak muslimah lainnya yang belum berhijab untuk memakainya selain itu juga memperjuangkan kembali kehidupan Islam agar seluruh aspek kehidupan murni bertumpu pada Islam.

Kapitalisme membuat rugi lahir batin

Apa sih ukuran cantiknya seorang wanita?  Ternyata kini kapitalisme telah mengubahnya menjadi, cantik itu putih, langsing, wajah cerah tanpa noda.  Berlomba-lomba untuk membeli krim pemutih badan dan wajah atau membeli produk pelangsing tubuh. Ingin merawat tubuh itu sah-sah saja, tetapi harus tentukan prioritas dan kebutuhan agak tidak mubazir. Allah Swt udah melindungi dan memuliakan muslimah dengan aturanNya. 

Remaja muslimah idaman umat

Kalau sudah berusaha membebaskan diri dari belenggu kapitalisme nan sekuler, justru sebenarnya akan menjadi remaja muslimah idaman umat. Mungkin, bagi yang tidak mengerti akan pentingnya aplikasi Islam dalam kehidupan ya akan mencemooh. Ya itulah ujiannya. Ujian keimanan, juga mempertahankan kebenaran. Dengan kembalinya kita kepada Islam dan menjadi anak shalihah justru menjadi aset terbesar untuk ortu kita begitu di akhirat kelak.

Rasulullah saw bersabda, “Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakan untuknya.” (HR Muslim)

Allah swt pun sudah menjamin surga untuk umatNya yang bener-bener berjuang di dalam Islam, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS at-Taubah [9]: 111)

Dekatkan diri Dengan Al-Quran

Al-Quran adalah tuntunan bagi umat muslim di dunia. Semua aspek kehidupan telah diatur dalam Al-Quran. Dekatkan diri kita dengan Al-Quran, bisa menjadi penerang bagi setiap jalan muslimah. Dengan desain dan konten-konten penunjang yang lengkap, muslimah bisa menggunakan Syaamil Quran, sebagai sahabat dalam mendalami ilmu dan mengamalkan Al-Quran.

Remaja Muslimah Harus Move On

Remaja Muslimah Harus Move On

Move On!

Yup, teruslah berjuang untuk menjadi remaja muslimah idaman umat, yang mampu menjadi penerang bagi umat yang kini tengah dicengkeram kapitalisme global.  Bersiaplah untuk selalu bertahan dalam menghadapi segala cobaan yang datang. Tenang, you’re not alone. Bersama kita bisa! Ilmu Islam juga membina untuk mengaplikannya dalam kehidupan. Jadi, bukan sekadar ta’lim. Belajar, pulang, bebas. No!

Tetapi seharusnya belajar dan diskusi, resapi, pikirkan, amalkan, sebarkan (dakwahkan) dan pertahankan kebenaran. Setuju?

Gimana? Siap jadi muslimah idaman umat? Selamat berbenah diri, mengubah diri menjadi lebih baik dan bersungguh-sungguh mengamalkan Islam dalam kehidupan. Mulailah dengan cintai Islam dari hal yang terkecil.

Pin It on Pinterest

Share This