Meneladani Kisah Asiyah Perempuan Ahli Surga – Setiap manusia tentu mendambakan kenikmatan paling tinggi dan abadi. Kenikmatan yang dimaksud adalah ‘Surga’. Seperti yang disebutkan di Al-Quran bahwa di dalamnya terdapat bejana dari emas dan perak, istana megah dihiasi beragam permata dan kenikmatan lainnya, yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan tebersit dari hati.

Dalam Al-Quran, banyak ayat yang menggambarkan kenikmatan ‘Surga’. Di antaranya Allah Swt. berfirman,

Perempuan taman Surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih, sehingga ususnya terpotong-potong?” (QS Muhammad : 15)

Meneladani Kisah Asiyah Perempuan Ahli Surga

Pada zaman Rasulullah Saw. ada beberapa perempuan Ahli Surga. Salah satunya adalah Asiyah binti Muzahim. Asiyah merupakan istri Fir’aun yang tekenal dengan kekejamannya.

Asiyah adalah sosok perempuan penyabar, sopan santun dan berakhlak mulia. Seseorang yang memiliki budi pekerti luhur, penyayang dan penuh keteguhan untuk senantiasa berada di jalan yang benar.

Asiyah merupakan perempuan cantik. Kecantikannya inilah yang membuat Fir’aun betekuk lutut padanya. Fir’aun sangat menyayangi Asiyah dan menuruti apa saja yang diinginkan sosok mulia tersebut. Termasuk menuruti kemauan Asiyah mengangkat Nabi Musa as. sebagai putranya.

Layaknya pengantin baru, di awal pernikahan Asiyah sangat bahagia. Apalagi, ia menjadi seorang istri dari raja yang tersohor pada zamannya. Namun, kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama. Fir’aun mengaku bahwa selain sebagai raja, ia juga merupakan Tuhan dan meminta agar rakyatnya menyembah dirinya.

Apa yang dikatakan oleh Fir’aun membuat Asiyah menjadi berat hati. Ia juga dipaksa menyembah suaminya sendiri dan mengakui bahwa sang suami adalah Tuhan. Dengan penuh kesabaran, Asiyah menuruti permintaan suaminya. Walaupun di dalam hatinya ia sangat keberatan dan tersiksa.

Selama bertahun-tahun, Asiyah tetap sabar menghadapi sifat buruk sang suami. Bahkan suatu ketika ia rela berkorban nyawa menghadapi perlakuan suaminya itu terhadapnya.

Asiyah adalah perempuan mulia yang memiliki keteguhan hati untuk selalu beriman kepada Allah Swt. Meski sang suami menyiksanya dengan berat, ia tidak pernah mau mengingkari keteguhan iman di hatinya. Asiyah selalu mengamalkan apa yang diajarkan Musa as. dengan baik. Ia hanya menyembah Allah Swt.

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Fir’aun mengikat istrinya dengan besi sebanyak 4 ikatan, pada kedua tangan dan kakinya. Jika ia telah meninggalkan Asiyah terbelenggu maka para Malaikat menaunginya.” (HR Abu Ya’la)

Saat Fir’aun mengganjarnya dengan siksaan yang bertubi-tubi atas keimanannya. Asiyah berdoa, “… Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS At Tahrim : 11)

Baca juga : Ketika Keuntungan Bisnis Berlipat ala Utsman bin Affan

Atas keteguhan imannya. Asiyah pun diangkat kedudukannya sebagai salah satu perempuan mulia yang dijamin masuk surga oleh Allah Swt. Ia adalah seorang perempuan di zamannya dengan kedudukan paling mulia. Ia juga tercatat dalam sejarah sebagai perempuan kuat nan tegas yang berani menentang kezaliman suaminya sendiri, Fir’aun.

Itulah tadi artikel mnegenai Meneladani Kisah Asiyah Perempuan Ahli Surga. Semoga kita mampu meneladani kisah Asiyah ini, sebagai seorang perempuan Ahli Surga.

Pin It on Pinterest

Share This