Memahami Makna Hijrah dalam Kehidupan Manusia – Hijrah berasal dari kata berbahasa Arab yang artinya meninggalkan, menjauhkan diri dan berpindah tempat. Dalam konteks sejarah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. bersama para sahabat dari Mekah menuju Madinah. Ketika itu hijrah bertujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah Swt., berupa akidah dan syariat Islam.

Hijrah berarti juga berpindahnya seseorang dari keadaan yang semula buruk menjadi lebih baik. Atau dari kondisi yang sudah baik menjadi kondisi yang lebih baik.

Jadi, hijrah merupakan proses terus-menerus dalam memperbaiki diri. Mulai dari cara berpikir, berucap, dan cara bersikap.

Memahami Makna Hijrah dalam Kehidupan Manusia

Allah Swt. telah memerintahkan untuk berhijrah dalam ayat-ayat Al-Quran yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS Al Baqarah : 218)

Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS Al Anfal : 74)

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (QS At Taubah : 20)

Istilah hijrah yang sering dipahami merupakan sesuatu yang berkembang dalam Islam. Namun, ada yang khas dengan pemaknaan hijrah dalam konteks fenomena hijrah yang berkembang di kalangan pemuda pemudi muslim di Indonesia.

Bagi kaum perempuan, hijrah senantiasa dikaitkan dengan perubahan cara berbusana yang lebih tertutup dan Islami. Maka, kata hijrah bagi perempuan tidak jauh dari penggunaan jilbab dan busana muslim lainnya.

Tidak hanya kaum perempuan. Bagi kaum laki-laki, busana dan penampilan menjadi salah satu hal yang mereka perhatikan. Misalnya kaum laki-laki harus memanjangkan jenggot dan mencukur kumis sebagai perwujudan dari sunah Rasul.

Perubahan berikutnya seputar hijrah adalah penggunaan istilah atau kata yang diambil dari bahasa Arab. Seperti “ukhti” panggilan untuk perempuan, “akhi” panggilan untuk laki-laki. “ana” untuk mneyebut saya dan “antum” untuk kamu. Fenomena ini terus berkembang di kalangan pemuda pemudi yang sedang berhjrah.

Baca juga : Kenali 5 Jenis Promosi untuk Menarik Minat Konsumen

Hal-hal di atas termasuk tahapan awal dari berhijrah. Tetapi hal tersebut menunjukkan adanya bentuk narsisme dalam diri atau keinginan untuk diakui.

Disadari atau tidak, fokus hanya pada perubahan tampilan dapat memilki dampak negatif terhadap lingkungan. Faktanya, orang yang berhijrah mengalami keretakan hubungan sosial dengan beberapa temannya yang belum berhijrah.

Di dalam realitas sejarah, hijrah senantiasa dikaitkan dengan meninggalkan ‘tempat tertentu’. Bisa diartikan bahwa hijrah adalah berpindah dari sesuatu hal yang kurang baik menjadi lebih baik. Hijrah itu tentang bagaimana kita memperbaiki hubungan terhadap Allah Swt. dan pada sesame manusia.

Mulai paham ya cara Memahami Makna Hijrah dalam Kehidupan Manusia, semoga artikel ini bermanfaat 🙂

Pin It on Pinterest

Share This