6 Tips yang Bisa Dilakukan Ketika Mengajak Buah Hati Traveling – Jika Anda dan pasangan merencanakan bepergian atau traveling dan membawa balita yang berumur 2 sampai 5 tahun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Apalagi sang buah hati pun perlu diperhatikan selama dalam perjalanan. Terutama jika traveling menggunakan pesawat terbang. Ada enam tips yang bisa dilakukan oleh orang tua, simak di sini, yuk!

Ketika merencanakan traveling, sebagai orang tua Anda perlu berhati-hati, agar apa yang diperbuat oleh balita selama perjalanan tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain. Nah, agar perjalanan tersebut berjalan lancar dan menyenangkan, berikut ini 6 tips ketika traveling menggunakan pesawat dengan sang buah hati tercinta:

  1. Jangan Membawa Semua Perlengkapan si Kecil ke Dalam Pesawat

Ketika membawa balita dalam perjalanan panjang, Anda harus menyiapkan banyak perbekalan. Terutama perbekalan untuk sang buah hati. Bagi Anda yang sudah memiliki balita, sebagian besar load tas isinya pererlengkapan si kecil. Bagi orang tua yang berencana traveling menggunakan pesawat bersama balita, coba pastikan apa saja yang harus dibawa ke dalam kabin. Dengan perhitungan berapa lama durasi penerbangan. Kebanyakan orang tua ketika membawa si kecil ke dalam pesawat, mereka akan membawa semua perbekalannya. Jangan lakukan itu!

  1. Jangan Lupa Membawa Tas Darurat

Saat bepergian, Anda harus siap dengan hal yang terjadi di luar perkiraan. Seperti terpeleset, terluka oleh binatang, tergores, dan banyak hal emergency lainnya. Emergency bag atau tas darurat harus disiapkan sebagai antisipasi ringan ketika bepergian bersama keluarga. Namun, emergency bag bagi balita adalah hal yang berbeda, yaitu tas yang berisi mainan untuk si kecil ketika dia mulai bosan duduk lama di dalam pesawat. Akan terjadi hal yang sangat merepotkan apabila si kecil tiba-tiba mengamuk di dalam pesawat, bukan?

  1. Hindari Pergi Bersamaan dengan Pasangan dan Balita pada saat Boarding

Jika anak Anda sedang gemar bermain, mereka akan berlarian ke sana-kemari. kamu Orang tua akan sangat kerepotan dalam mengawasinya. Dan ketika petugas mengumumkan bahwa pesawat sudah siap, tetapi si kecil masih saja lincah Anda bisa mempersilakan pasangan untuk terlebih dahulu masuk ke dalam pesawat. Hal ini dapat mempermudah perjalanan, dibandingkan jika Anda harus masuk secara bersamaan sambil mengawasi si kecil yang lincah bermain ke sana-kemari.

  1. Memangku Balita Saat Terbang

Anda dapat memangku si kecil, jika memang usianya belum mencapai 18 bulan. Namun, jangan mengikatkan sabuk pengaman yang digunakan pada balita saat lepas landas ataupun saat mendarat. Itu membuatnya tidak nyaman dan akhirnya menangis. Tentunya merepotkan apabila si kecil menangis ketika terbang. Jika balita Anda usianya lebih dari 18 bulan, jangan paksakan untuk tetap dipangku. Anda dapat melakukannya jika memang perjalanan pesawat hanya 1-2 jam. Tapi jika lebih dari itu, ada baiknya Anda membeli kursi untuk orang dewasa dan tanyakan kepada maskapai penerbangan apakah ada kursi khusus untuk balita. Balita akan lebih nyaman jika memiliki kursi sendiri.

  1. Sebaiknya Tidak Memilih Kursi Paling Depan

Banyak kelebihan apabila memesan kursi paling depan. Anda dapat dengan mudah menemukan kursi yang dipesan pada saat boarding dan bisa leluasa keluar dari pesawat ketika sampai. Namun, coba pertimbangkan hal ini jika membawa balita saat bepergian menggunakan pesawat.

– Pesanlah kursi paling belakang, karena kursi paling belakang cenderung tidak dipesan pada beberapa penerbangan. Bahkan ada kemungkinan Anda bisa mendapatkan kursi gratis untuk menyimpan si kecil tanpa perlu digendong dalam penerbangan.

– Kursi paling belakang biasanya dekat dengan toilet. Anda dapat dengan mudah membawa balita ke toilet, jika ingin ke toilet.

– Kursi paling belakang biasanya dekat dengan pramugari yang berjaga. Kebanyakan dari mereka akan membiarkan anak-anak berkeliaran di dalam pesawat selama 10 menit. Setelah itu, mereka akan memberikan makanan kecil dan menyuruhnya untuk duduk dengan tenang. 

  1. Jangan Mengencangkan Suara

Anda mungkin menganggap suatu hal yang biasa, ketika seorang balita menjerit atau mengoceh sendirian. Itu menandakan mereka adalah balita yang tingkat imajinasinya masih sangat tinggi. Tapi, bagaimana jika orang tuanya yang menjerit, menyuruh anaknya untuk diam. Selain kurang sopan, tindakan tersebut akan menjadi hal yang annoying. Bahkan dapat memicu anaknya untuk menangis.

Itulah enam tips yang bisa dilakukan oleh orang tua ketika berencana traveling menggunakan pesawat bersama anak balita. Semoga bermanfaat, ya. Selamat bepergian dan nikmati perjalanan Anda!

Pin It on Pinterest

Share This