3 Kunci Memenangkan Persaingan dalam Memasarkan Konten – Perusahaan di era modern ini tidak cukup mengandalkan produk saja. Produk perlu dikemas semenarik mungkin agar tepat sasaran ke target pasarnya atau niche.  Produk juga butuh diiklankan, dipasarkan, dibuatkan konten yang mumpuni sesuai yang dibutuhkan target potensial.

Kesuksesan produk bisa dilihat dari tiga hal berikut. Pertama bagaimana brand atau merek produk dikenang sepanjang masa oleh konsumen. Kedua. konten dari produk tersebut dekat dengan konsumen atau targetnya. Ketiga, penjualan atau omzet dari produk tersebut yang meningkat.

evolusi pemasaran konten

Lalu, adakah cara agar produk mampu menghadirkan konten juara? Sehingga konsumen bersedia membeli atau menikmati produk tersebut. Terlepas dari jenis produknya, apakah barang atau jasa. Nah, ingin tahu tips dari jagoan marketing? Cari tahu di bawah ini, ya.

3 Tips Memenangkan Persaingan

Dan pemasaran konten pun menyusul. Tiba-tiba, ini bukan lagi tentang produk saja. Nyatanya, kesuksesan mendatangi merek ketika dia mampu bertahan paling lama di pasar. Tanpa perlu disebutkan produk atau bahkan nama mereknya sekalipun. Lalu, mengukur keberhasilan kampanye menjadi jauh lebih rumit. Maka dibutuhkan inovasi.

Evolusi Pemasaran Konten

Pemasaran konten seringkali dirancang dan dibuat tanpa menyertakan merek. Ini adalah strategi pemasaran konten. Di mana goal-nya untuk memberikan rasa penasaran bagi konsumen yang dituju.  Tanpa penyebutan merek atau perusahaan produsen di awal, target atau niche dibuat tidak pasti, mengenai tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Namun, bentuk pemasaran konten ini memiliki potensi untuk membuat target pasarnya ‘marah’. Padahal, konsumen semakin cerdas dalam mengenali pesan penjualan terselubung tersebut. Bahkan seringnya, konsumen atau target memilih mengetahui merek atau promosi penjualan apa, di balik konten itu. Daripada merasa tertipu dan dijejali konten yang tidak mereka minati.

Lalu, apa yang harus dilakukan merek atau produsen? Merek ternama yang berhasil mengeksekusi pemasaran konten saat ini melakukannya dengan memasukkan nilai-nilai perusahaan. Hal yang sebenarnya menjadi bagian dari pesan komunikasi yang disampaikan dalam konten. Bahkan, tidak menghindari penyebutan merek mereka dalam proses itu.

Contoh kasusnya adalah hal yang sudah dilakukan oleh Volvo, Patagonia, dan Dove. Mereka mencapai tujuan sebenarnya dari pemasaran konten, yaitu untuk memberikan konsumen pemahaman tentang siapa mereka sebagai merek, apa yang mereka percayai, dan mengapa konsumen harus membeli produk mereka, dibandingkan kompetitornya.

Bagi pelanggan regular atau konsumen yang setia, repurchasing akan sering dilakukan. Mereka merasa ada jaminan merek dan membeli kembali adalah pilihan yang tepat.

Jadi bukan hanya merek yang dibeli, tetapi juga ‘nilai’ yang dianut oleh produsen atau perusahaan tersebut. Maka, hubungan jangka panjang antara merek dengan konsumen, dan predikat brand nirvana atau brand evangelist sekaligus didapatkan. Dan voila … konsumen yang senang memuji dan menyebarluaskan merek tersebut kepada teman-temannya, diperoleh tanpa susah payah.

Ada tiga kunci untuk memenangkan persaingan dalam pemasaran konten ini yang dilansir dari Business2Community. Berikut ini strategi pemasaran konten, antara lain:

Pertama, selalu membuat konten yang Anda percayai. Jangan hanya membuat konten karena pesaing melakukannya atau Anda pikir itulah yang ingin dilihat oleh target konsumen. Jika hati Anda tidak ada di dalamnya, maka kemungkinan besar itu tidak akan sesukses yang seharusnya.

Kedua, jangan takut untuk menyebut merek atau produk Anda. Bangun pesan komunikasi (jika perlu) dan cobalah untuk memastikan audience menerima konten tersebut dengan jelas dan paham tentang keberadaan ‘produk’ Anda. Tapi juga tertarik mencari tahu lebih banyak. Kemudian membagikan pesan tersebut ke ‘jaringan’ mereka.

Ketiga, jika benar-benar percaya dengan apa yang Anda katakana, maka jangan takut untuk membawa konsumen Anda dalam sauatu ‘perjalanan’. Apakah itu ke situs pihak ketiga dengan informasi pendukung atau halaman produk serta layanan Anda sendiri. Buatlah semudah mungkin bagi audience yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang produk atau merek Anda.

Semoga ketiga tips di atas bisa membantu Anda memenangkan persaingan dalam memasarkan konten produk, ya. Selamat mencoba, semoga berhasil!

Pin It on Pinterest

Share This